Program Studi Pendidikan Geografi Perkuat Jejaring Kerja Sama melalui Penandatanganan PKS dengan Matari dan BRIN

Tasikmalaya (15-01-2026)-Program Studi Pendidikan Geografi terus memperkuat jejaring kemitraan strategis dalam rangka meningkatkan mutu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan sejumlah Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan mitra eksternal yang relevan dengan pengembangan keilmuan geografi.

Pada Rabu, 15 Januari 2026, Program Studi Pendidikan Geografi melaksanakan penandatanganan PKS dengan Matari. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan mitra profesional dalam mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Ruang lingkup kerja sama meliputi pengembangan kegiatan akademik, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta peluang kolaborasi dalam program penelitian dan kegiatan berbasis praktik lapangan.

Selain itu, sebelumnya pada Rabu, 20 Desember 2025, Jurusan Pendidikan Geografi juga telah melaksanakan penandatanganan PKS dengan Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah, Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kerja sama ini difokuskan pada pemanfaatan koleksi ilmiah batuan untuk kepentingan riset serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, baik bagi dosen maupun mahasiswa.

Melalui kerja sama dengan BRIN, Program Studi Pendidikan Geografi diharapkan dapat mengoptimalkan akses terhadap koleksi ilmiah nasional sebagai sumber pembelajaran dan penelitian, khususnya dalam bidang geologi, geomorfologi, dan kebumian. Kerja sama ini juga menjadi sarana strategis dalam meningkatkan kualitas riset dan kompetensi akademik sivitas akademika.

Penandatanganan kedua PKS tersebut menegaskan komitmen Program Studi Pendidikan Geografi dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan, relevan, dan berdampak nyata bagi pengembangan keilmuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia riset nasional.

Kemenristek Dikti Bidang SDM Ungkap Problema SDM Indonesia

Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, selaku delegasi dari Direktorat Karier dan Kompetensi SDM serta Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi mengatakan, “Ada beberapa problema SDM saat ini sebagai misal jumlah penduduk yang besar, kualitas pendidikan yang rendah, jumlah angka putus sekolah meningkat, kualitas kesehatan masyarakat masih rendah, jumlah kemiskinan yang banyak dan pengikat daya saing yang rendah.” Problem SDM terjadi dari mulai tingkat pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, seperti kurangnya kuantitas guru yang belum berkualifikasi S1 serta dosen yang berpendidikan S3. Kemudian, masalah lingkungan hidup, teknologi informasi, ekonomi berbasis pengetahuan, konvergensi ilmu dan teknologi, kebangkitan industri kreatif serta investasi di sektor pendidikan menjadi tantangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), tambah beliau. Oleh karena itu, sasaran strategis Kemenristek Dikti yaitu peningkatan relevansi, kualitas dan sumber daya kualitas pembelajaran kemahasiswaan di tingkat pendidikan tinggi, kualitas kelembagaan IPTEK, kualitas riset dan pengembangan serta penguatan kapasitas inovasi

(Humas Unsil).