Sejarah


Awal Berdirinya Program Studi Geografi di Kampus Universitas Siliwangi

Kampus Universitas Siliwangi berdiri pada tanggal 20 Mei 1978 dengan ditandai peletakan batu pertama pembangunan kampus oleh Pangdam VI Siliwangi, Mayjen TNI Himawan Soetanto.  Tanggal, bulan dan tahun tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Universitas Siliwangi.  Kemudian pada tanggal 22 Agustus 1979 Ketua Pengurus Harian BPC Siliwangi Pusat mengeluarkan Surat Keputusan Nomor Kep.008P/BPC/8/1979 tentang pembentukan Panitia Pelaksana Pembangunan Kampus Universitas Siliwangi di Tasikmalaya.

Untuk melengkapi gagasan pendirian Universitas Siliwangi, pada tanggal 1 Oktober 1979 dibentuk badan hukum Yayasan Pembina dan penyelenggara Universitas Siliwangi.  Yayasan tersebut diberi nama Yayasan Universitas Siliwangi yang dikukuhkan oleh Akta Notaris Komar Andasasmita nomor 1 tanggal 1 Oktober 1979.

Pada tahun 1980, dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 047/0/1980, Akademi ADSUP Siliwangi ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Siliwangi.

Pada tanggal 8 April 1980 Yayasan Pendidikan Angkatan 45 mengadakan rapat  dengan pimpinan STKIP Siliwangi, tokoh masyarakat Tasikmalaya dari Komponen dan eksponen, serta pimpinan SLTA Negeri dan Swasta se-Kabupaten Tasikmalaya. Rapat tersebut membuahkan kesepakatan, bahwa mulai tahun akademik 1980/1981 diusahakan harus sudah berdiri Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Siliwangi.

Momen penting lainnya dalam sejarah perkembangan Universitas Siliwangi  adalah pada tanggal 22 April 1980 dengan mengambil tempat di Aula Veteran Jl. Cicurug Tasikmalaya diselenggarakan pertemuan bersama antara Pengurus Harian BPC Siliwangi Pusat, Yayasan Pendidikan Angkatan 45, Veteran Cabang Tasikmalaya-Ciawi dan Panitia Pelaksana Pembangunan Kampus Universitas Siliwangi.  Hasil pertemuan berupa kesepakatan untuk menyelenggarakan simposium pada tanggal 13 Mei 1980 dengan tema “Meletakkan Dasar-Dasar Citra Universitas Siliwangi”.  Akhirnya pada tanggal 13 Mei 1980 tersebut diselenggarakan simposium tentang “Citra Universitas Siliwangi” di Gedung Kertamukti Bandung.  Simposium tersebut berhasil merumuskan konsep “Trigatra Citra Universitas Siliwangi”.  Selanjutnya konsep tersebut redaksional dan pengelompokannya disempurnakan oleh Prof. Dr. Didi Atmadilaga.

Momen penting lainnya adalah pada tanggal 25 Agustus 1980, dalam rangka Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Tasikmalaya, pendirian Universitas Siliwangi Tasikmalaya diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri, H. Amir Machmud.

Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Pengurus Harian BPC Siliwangi Pusat selaku Ketua Dewan Pembentuk Yayasan Universitas Siliwangi nomor Skep.012/BPC/US/IX/1980 tanggal 15 September 1980, pengelola Universitas Siliwangi untuk pertama kalinya dipimpin oleh staf pimpinan yang berbentuk Presidium.

Pada tanggal 30 Desember 1980 Rapat Presidium Universitas Siliwangi mengukuhkan hasil simposium tanggal 13 Mei 1980 tentang “Trigatra Citra Universitas Siliwangi” yang kemudian disahkan melalui Surat Keputusan Ketua Badan Pengurus Yayasan Universitas Siliwangi nomor Kep.002/BPC-US/I/1981, tanggal 31 Januari 1981. Selain itu, berhasil konsep “Lambang Universitas Siliwangi” yang selanjutnya disahkan melalui Surat Keputusan Ketua Badan Pengurus Yayasan Universitas Siliwangi nomor Kep.003/BPC-US/I/1981 tanggal 31 Januari 1981.

Pada tanggal 26 April 1982, Ketua Badan Pengurus Yayasan Universitas Siliwangi mengajukan permohonan perubahan bentuk STKIP Siliwangi menjadi Universitas Siliwangi Tasikmalaya kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Kopertis Wilayah IV Jawa Barat, dengan surat bernomor 026/YUS/IV/1982.

Pada tanggal 18 Mei 1982 dilaksanakan serah terima STKIP Siliwangi dari Yayasan Pendidikan Angkatan 45 Tasikmalaya kepada Yayasan Universitas Siliwangi. Melalui usaha berbagai pihak, akhirnya pada tanggal 6 Mei 1983, Universitas Siliwangi yang dicita-citakan resmi diakui keberadaannya oleh pemerintah.  Hal ini ditandai  dengan keluarnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 0231/0/1983 tanggal 6 Mei 1983, tentang Perubahan Bentuk dan Nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Siliwangi di Tasikmalaya menjadi Universitas Siliwangi di Tasikmalaya.  Selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 0232/)/1983 tanggal 6 Mei 1983, tentang Pemberian Status Terdaftar kepada jurusan-jurusan dalam lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi di Tasikmalaya.

Dengan usaha keras Sivitas Akademika FKIP Universitas Siliwangi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikannya, Program Studi di lingkungan FKIP Universitas Siliwangi telah mengalami perkembangan, demikian juga dengan Prodi Geografi yang saat itu dirintis oleh Prof. Dr. HM. Ahman Sya, telah mengalami perkembangan sejak awal pendiriannya.

Jurusan/Program Studi Status Jenjang Surat Keputusan
Pendidikan Geografi Terdaftar S1 076/0/1986
Diakui S1 068/DIKTI/Kep/1992
Terakreditasi S1 026/BAN-PT/Ak-XII/S1/XII/2009

Perubahan Status Universitas Siliwangi menjadi Universitas Negeri

Perubahan status Universitas Siliwangi menjadi Universitas Negeri secara historis memang merupakan sebuah kebutuhan yang sangat mendesak. Masyarakat dan stakeholder lainnya yang berada di wilayah Priangan Timur serta Civitas Akademika Universitas Siliwangi berharap agar Pemerintah segera merealisasikan perubahan status Universitas Siliwangi menjadi Universitas Negeri. Sebetulnya harapan ini diawali dengan pertemuan antara MENDIKNAS Bapak Prof Dr. Malik Fajar, M.Sc. saat itu dengan Ketua Yayasan Universitas Siliwangi Bapak H. Mashudi beserta Rektor Universitas Siliwangi Bapak Prof Drs. H. Nu’man Sumantri, M.Sc. pada tahun 2004, yang membicarakan tentang kemungkinan Universitas Siliwangi menjadi Negeri. Dengan memperhatikan perkembangan Universitas Siliwangi (UNSIL) baik dari sisi sejarah maupun kiprahnya dalam pembangunan daerah, masyarakat meminta agar Universitas Siliwangi untuk dinegerikan. Keinginan tersebut diikuti pula dengan terbentuknya Presidium Gerakan Masyarakat Peduli UNSIL Negeri (GEMA-PUN), yang beranggotakan sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai lapisan, sebagai wujud pengkristalan kebutuhan masyarakat Priangan Timur dan Jawa Barat Selatan terhadap kehadiran PTN di Tasikmalaya.

Untuk mewujudkan keinginan tersebut, diadakanlah pertemuan khusus antara Pemerintah Kota Tasikmalaya, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, para Tokoh Masyarakat, ormas, Onsolpol, LSM, Yayasan UNSIL, Pimpinan Universitas dan Fakultas, dosen dan mahasiswa Univeritas Siliwangi, pada tanggal 17 Mei 2006. Sebagai wujud keseriusan akan keinginan tersebut, akhimya pada tanggal 24 Juli 2006, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Yayasan Universitas Siliwangi dan Rektor Universitas Siliwangi sepakat untuk mengeluarkan KEPUTUSAN BERSAMA tentang Pembentukan Panitia Persiapan Perubahan status Universitas Siliwangi Menjadi Universitas Negeri Keputusan bersama tersebut SKEP.043/YUS/07/2006; bernomor: 421.4 Kep. 136A-Hulk 2006 421.4/Kep.537-Huk 2006; 279/US-BUU.3NI 2006.

Setelah kebutuhan lahan terpenuhi (sertipikat lahan 30 hektar selesai), di akhir tahun 2013 Univeritas Siliwangi bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya menyerahkan aset dan SDM UNSIL ke Pemerintah Pusat, yang ditandai dengan penandatangan Berita Acara Serah Terima (BAST) aset dan SDM ke KEMENDIKNAS yang dilaksanakan di kantor KEMENDIKNAS RI pada tanggal 27 Februari 2013.

Setelah BAST aset dan SDM selesai dilaksanakan, akhirnya pada pada tanggal 1 April 2014, Presiden Republik Indonesia, Bapak Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono berkenan menandatangi Perpres Nomor: 24 tahun 2014, Tentang Pendirian Universitas Siliwangi sebagai Perguruan Tinggi Negeri.

Berselang satu hari setelah keluar Perpres, yaitu tanggal 2 April 2014 dilaksanakan Penandatanganan prasasti UNSIL menjadi PTN oleh presiden SBY di istana Negara bersama 6 Universitas dan politeknik lainnya.