Yearly Archives: 2012

Pendidikan dan Riset Geografi Masih Terkendala

Perkembangan pendidikan dan riset geografi di tingkat nasional dan dunia masih banyak mengalami kendala. Geografi di tingkat dunia bergeser dan berintegrasi dengan berbagai bidang ilmu seperti spasial sains, geosains, regional planning, dan lingkungan. Sedangkan geografi di Indonesia masih bertahan pada eksistensi geografi yang holistik mengkaji aspek fisik, manusia, wilayah, dan lingkungan serta sistem informasi.

 

Dalam Seminar Arah Pendidikan dan Riset Geografi di Indonesia yang dihelat di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, pada tanggal 16 Oktober 2010 dipaparkan bahwa pendidikan dan riset geografi di Indonesia terus mengarah pada kompetensi yang meyakinkan dapat menyelesaikan masalah nasional dan global. Sudah sejak lama geografi dipelajari baik pada era deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif, hingga saat ini mengarah ke era kuantitatif matematis eksperimental.

 

Mengingat pentingnya ilmu ini maka para geograf perlu memberikan cara mengembangkan spasial intelegensia yang sangat diperlukan bagi generasi penerus. Apalagi perkembangan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografi (SIG) yang pesat dan mudah.

 

Disamping kendala tersebut, perkembangan penelitian geografi sebenarnya semakin menggembirakan. Hal ini terlihat dari representasi model-model spasial, ekologis dan wilayah dengan dukungan data multivariate geografis yang makin nyata. Penelitian geografi dicirikan dengan bidang, tahap pembangunan dan orientasi sektoral yang berkembang dalam kegiatan masing-masing institusi.

 

Dalam forum seminar ini juga disampaikan adanya revisi kurikulum geografi dalam lima aspek yang dipelajari dari tingkat dasar hingga SMA. Kelima aspek itu meliputi gejala alam dan sosial, sumber daya dan pengembangan wilayah, pelestarian lingkungan hidup, mitigasi bencana, dan SIG.

 

Dikutip dari : http://kampus.okezone.com/read/2010/10/16/373/383184/pendidikan-dan-riset-geografi-masih-terkendala
Download Materi di : https://dl.dropbox.com/u/91752730/hartono_ge0-riset.pdf

Kiprah Mahasiswa Geografi Unsil dalam Kompetisi Geo-Environment Scholars Championship (GEOS) tahun 2012

Geo-Environment Scholars Championship (GEOS) merupakan kompetisi penulisan karya ilmiah yang diselenggarakan oleh Geography Study Club (GSC) Fakultas Geografi UGM kerja sama dengan Program Pascasarjana Fakultas Geografi UGM. Geo-environment Scholar Championship merupakan sebuah kegiatan perdana yang diselenggarakan oleh Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada dalam bentuk kompetisi lomba dengan peserta dalam bentuk tim yang merupakan delegasi setiap jurusan atau program studi kebumian dari seluruh universitas yang ada di Indonesia. GEOS merupakan inisiasi olimpiade geografi tingkat perguruan tinggi se Indonesia.

Kompetisi Geo-Environment Scholars Championship (GEOS) 2012 berlangsung selama dua hari, diikuti 16 tim dari 14 perguruan tinggi di Indonesia, di antaranya dari Bandung, Tasikmalaya, Kupang, Malang, Papua, Padang, Semarang, Surakarta dan Yogyakarta.

Tema Geo-Environment Scholars Championship (GEOS) 2012 kali ini adalah : Geo-Information for Tropical Country Phenomena. Tema tersebut dispesifikasikan menjadi 3 subtema yaitu :

  1. Disaster Management, Tropical Diseases, Health and Environment
  2. Community Empowerment and Social Uniqueness
  3. Development of Technical Geo-Information’.

Seluruh peserta saling bersaing mengkaji sejumlah fenomena khas wilayahnya dengan dikaitan metode penelitian menggunakan informasi geografis setelah melalui seleksi berupa pengumpulan paper hasil penelitian. Selama GEOS berlangsung, peserta menjalani serangkaian seleksi berupa ujian tulis, ujian lapangan, kuliah umum, dan presentasi paper 10 besar. Ujian tulis berisi tentang dasar-dasar ilmu geografi yang mencakup fenomena-fenomena geosfer beserta alatnya. Ujian lapangan meliputi navigasi darat dan ujian tertulis dengan topik tertentu. Hadiah untuk pemenang GEOS ini adalah beasiswa S2 di Fakultas Geografi selama satu semester serta menjadi peserta prioritas dalam seleksi tes masuk S2.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Siliwangi atas nama Fajrin Milady Ligor dan Anggy Destagiana berhasil masuk  sebagai nominator. Sedangkan yang berhasil menjuarai kompetisi ini adalah Nova Firnanda dan Gerry Kristian dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sumber :
http://krjogja.com/read/153207/ugm-menangi-kompetisi-geos-2012.kr

http://geos2012.geo.ugm.ac.id/about-geos-2012/

Prof Dr HM Ahman Sya, dilantik sebagai Direktur Jendral Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya di Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu melantik 10 orang Pejabat Eselon I di Lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Balairung Soesilo Soedarman, 4 Desember 2012. Pejabat tersebut antara lain: 1). Ukus Kuswara sebagai Sekretaris Jenderal; 2) I Gusti Putu Laksaguna sebagai Inspektur Jenderal; 3). Esthy Reko Astuti sebagai Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata; 4) Firmansyah Rahim sebagai Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata; 5). M. Ahman Sya sebagai Direktur Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya; 6). Harry Waluyo sebagai Direktur Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain dan Ilmu pengetahuan dan Teknologi; 7) I Gede Pitana sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; 8) Hari Untoro Derajat sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Perlindungan Keanekaragaman Karya Kreatif; 9). Syamsul Lussa sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga

Sumber : http://www.budpar.go.id/budpar/asp/detil.asp?c=16&id=2029